Selasa, 15 Maret 2011

Valid Hasyimi 15409047

Skill Dasar Berorganisasi
Banyak orang sering terjun ke dalam kepanitiaan, namun tidak banyak yang memiliki pikiran terbuka dan arif untuk belajar kembali tentang dasar-dasar organisasi. Berikut teori dasar kemampuan manajemen berorganisasi. Semoga bermanfaat.
Planning : merupakan proses merencanakan kegiatan. Proses ini merupakan pijakan awal bagi suatu organisasi untuk membuat kegiatan. Pada fase ini, minimal sudah terbayang tujuan kegiatan dan gambaran bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan. Setidaknya ada pembahasan kepada panitia yang akan bekerja tentang gambaran kegiatan. Dari diskusi tersebut akan didapatkan kritik dan masukan yang akan lebih menyempurnakan rencana yang ada. Seperti kata pepatah, gagal merencanakan sama halnya dengan merencanakan kegagalan. So, be careful.
Organizing : Fase ini merupakan fase pembagian tugas, perincian rencana awal, dan penempatan orang-orang sesuai dengan kemampuannya. The right man on the right place, inilah prinsip yang harus dipegang kuat agar kinerja panitia dapat berjalan dengan baik. Hal yang tidak kalah penting untuk diperiksa yaitu kesediaan untuk mengemban amanah tersebut, karena bagaimanapun ahlinya seseorang kalau dia tidak bersedia untuk diberi amanah maka hasilnya akan lebih buruk daripada orang yang kurang ahli namun memiliki kemauan kuat untuk mengemban amanah tersebut. Rencana awal yang telah disepakati akan dirumuskan lebih detail untuk mendapatkan konsep yang lebih matang dan siap untuk dilaksanakan.
Actuating : Nah, disinilah yang disebut sebagai tahap eksekusi atau pelaksanaan. Setelah rencana dan konsep acara matang, maka eksekusi dari rencana-rencana tersebut harus berjalan dengan semestinya. Mungkin di lapangan akan terdapat dinamika yang tidak terduga, Nah disinilah kekompakan tea dibutuhkan untuk menghasilkan solusi terbaik dari permasalah yang ditemui di lapangan. Peran dari kepemimpinan yang kuat sangat dibutuhkan disini. Kemampuan membuat keputusan yang cepat dan tepat sekaligus kedisiplinan anggota untuk mematuhi keputusan pimpinan akan sangat dibutuhkan agar team tetap solid. Kecenderungan yang ada, sebagian besar kepanitiaan kurang flexible terhadap dinamika lapangan dan terlalu kaku terhadap rencana yang dibuat. Hal ini akan menjadi sangat salah pada kondisi tertentu.
Controlling : Seperti yang kita tahu bahwa sistem pengawasan mutlak dibutuhkan dalam kegiatan. Tapi jangan salah, sistem kontrol tidak dilakukan hanya di akhir kegiatan saja atau kita sering menyebutnya sebagai evaluasi. Saya tegaskan lagi, ini benar-benar sangat salah. Sistem kontrol harus dilakukan setiap saat mulai dari perencanaan sampai kegiatam tersebut selesai. Hal-hal yang sekiranya salah harus diperbaiki saat itu juga, bukan menunggu evaluasi karena itu tidak akan berarti apa-apa, the game is over. Oleh karena itu, semua pihak bertugas menjadi pengawas termasuk panitia pelaksana itu sendiri dan memperbaiki segala sesuatu yang salah saat itu juga.

Yuniarto H.P.U 15409084

Seperti organisasi pada umumnya, HMP-PL ITB adalah himpunan mahasiswa yang membutuhkan komitmen organisasi dalam diri setiap anggotanya. Menurut Griffin dan Fred Luthan, komitmen organisasi (organisational commitment) adalah sikap yang mencerminkan sejauh mana seseorang individu mengenal dan terikat pada organisasinya. Seseorang individu yang memiliki komitmen tinggi kemungkinan akan melihat dirinya sebagai anggota sejati organisasi. Dengan demikian, komitmen organisasi dapat menunjukkan:
1.Keinginan kuat untuk tetap sebagai anggota organisasi tertentu;
2.Keinginan untuk berusaha keras dalam koridor organisasi dan keyakinan tertentu; dan
3.Penerimaan nilai dan tujuan organisasi.

Dengan kata lain, ini merupakan sikap yang merefleksikan loyalitas anggota pada organisasi dan proses berkelanjutan di mana anggota organisasi mengekspresikan perhatiannya terhadap organisasi dan keberhasilan serta kemajuan yang berkelanjutan. Dalam hal ini, NGT (Next Generation Training) adalah sebuah bentuk reminder komitmen organisasi dalam badan kepengurusan HMP-PL ITB.

Adapun materi yang diberikan dalam NGT adalah sebagai berikut:

Konsep Berbagi dalam Himpunan
Dalam sebuah himpunan mahasiswa yang terdiri dari beragam latar belakang, perbedaan janganlah dijadikan penghambat untuk mencapai visi dan misi himpunan. Jadikanlah perbedaan sebagai sarana untuk melengkapi satu sama lain, sehingga tercipta suasana harmonis dan dinamis yang membangun kemajuan himpunan.

Skill Dasar Berorganisasi
Dalam NGT diajarkan empat skill dasar untuk berorganisasi, yakni: Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning adalah proses merencanakan upaya-upaya apa yang akan dilakukan untuk mencapai target/tujuan. Organizing artinya pemanfaatan sumber daya yang ada (sdm, inventaris, dana) untuk menjalankan Plan/rencana. Actuating adalah bentuk pelaksanaan dari apa-apa yang sudah dipersiapkan dan direncanakan. Controlling adalah bentuk pengawasan dan pengendalian terhadap pelaksanaan agar pelaksanaan tetap berjalan sesuai rencana dan tujuan.

Pengetahuan HMP, Membangun Passion Berhimpun, dan Pengenalan Warga HMP
Terdapat beberapa aturan tidak tertulis dalam sekre HMP:
1. Buang sampah pada tempatnya dan jaga kebersihan sekre;
2. Jika masuk ruangan sekre, sepatu dilepas dan ditata rapi di rak;
3. Jaga dan rawatlah baik-baik segala inventaris di sekre (bangku, komputer, perlengkapan olah raga, dll.);
4. Dilarang merokok dibawah jam 18.00;
5. Jangan lupa menjaga keamanan sekre dan mengunci pintu sekre bagi warga yang terakhir keluar sekre; dll.

Adapun dalam membangun passion berhimpun dilakukan dengan cara bersosialisasi untuk menciptakan rasa komunitas, memperjelas dan mengkomunikasikan misi anggota, memperjelas misi dan ideologi, dan membentuk tradisi HMP.

Dhio Nandiwardhana 15409026

KonsepBerbagi di Himpunan

Manusiabertugassebagaimakhluksosialyang tidakbisahiduptanpabantuandari orang lain. Manusiaadalahindividuyang memerlukanindividu-individu lain karenasalingbergantungsesamanyadalammenjalanikehidupan.Di dalamhimpunan yang terdiridariberbagaimacammanusia yang memilikikeunikanmasing-masing, terdapatbermacam-macampotensi yang ungguldaritiap-tiapindividutersebut yang mendukungkeberjalananhimpunan.Jikadianalogikansebagaisebuahmobil, potensi-potensi yang dimilikiolehtiap-tiapindividutersebutsecarabersamaandapatmenggerakkanmobilsecarautuhsehinggamobildapatberjalanketempat yang dituju.Namun, individu-individutersebutmemiliki rasa berbagiyang tinggisehinggapotensi yang adadapattersalurkan.Menggunakankonsepberbagi, makasemuapihakdiuntungkandandirisendiritidakdirugikan.Sebaik-baiknyapotensiadalahpotensiyang dapatbermanfaatpenuhtidakhanyauntuksendiri, namunjugabagi orang lain.

FasilitasdanPeraturan di HMP

1. Buangsampahtidaksembarangan aliaspadatempatnyadanmenjagakebersihansekre.
2. Komputer yang dapatdigunakan.
3. Ada tenismeja, setelahselesaiharusdirapikanlagi.
4. Jikamasukruangan, haruslepassepatudantatadenganrapi di raksepatu.
5. Dilarangmerokokpada jam yang ditentukandansaatsekresedangramai
6. Warga yang terakhirkeluarwajibmenguncisekredengansebelumnyamengecekapakahmasiada orang di dalamdan di kamarmandi.
7. Kuncisekredipegang Jovan dll.
Skill DasarBerorganisasi

Program studiPlanologiinisangatberhubunganeratdenganorganisasi. Dalammatakuliah studio, sangatdiperlukankecakapandalamberorganisasisehinggadapatmenghasilkan output yang baik. Manajemendalamberorganisasimenjadidasar yang sangatmenentukankeberhasilandalamorganisasi.Manajemen yang baikyaitumelakukan planning, organizing, actuating, dan controlling.Rencanamerupakanlangkah paling awaldalamberorganisasi.Rencanadisinisangatberperandalampembuatankonsep, yaitutentangapayang hendakdilakukan, dibutuhkan, bagaimanatatacarapelaksanaan, yang dituangkandalambentuksebuahrencana. Rencanayang sudahtersusundenganbaikharusterorganisirdenganbaiksehinggadapatterealisasikandengansempurna. Actuating merupakan proses realisasidarirencana yang telahterorganisirdenganbaik. Kemudian, controlling berperanuntukpengaturkeberjalananorganisasi.

Membangun Passion BerhimpundanPengenalanWarga

Untukmembangun rasa keinginanataukemauanuntukberhimpunharusdiiringidengansalingmengenalantarwarga.Untuklebihsalingmengenal, warga HMP09 dimintauntukmendapatkantandatanganwarga HMP08 keatas.Denganbegitu, interaksiakanterjadidanbisasalingmengenal. Selainitu, swastajugaberbagiceritamengenaisejarah HMP. Saatadakasuskahim yang hilang, HMP mulaitidakdipercayaolehprodi.Dan adaberbagaimacammasalahlagi yang membuat HMP terlihatburuk di mataprodi.Namununtungnya, HMP kembalidipercayaolehprodidanhubungan HMP dengan Prodi kembaliterjalindenganbaikdanharustetapdijaga.Untuk HMP yang lebihbaik, dibutuhkanmimpi yang besar.Warga HMP09 jugadimintauntukmembuatmimpi-mimpinyauntuk HMP yang lebihmaju

Rabu, 09 Maret 2011

Iztirani Nur Aisha 15409005

NGT atau Next Generation Training adalah suatu kaderisasi lanjutan dari MPAB yang bertujuan untuk mempersiapkan skill anggota untuk menjalankan himpunan ke depannya sehingga bias dibilang NGT adalah kaderisasi HMP yang sebenarnya. Kejaran yang ingin dicapai dari pelaksanaaan NGT pada umumnya disesuaikan dengan kondisi himpunan terkini , kondisi angkatan yang akan mengikuti NGT, serta arahan dari ketua himpunan. Adapun kejaran yang ingin dicapai pada NGT 2011 adalah peserta NGT memiliki skill dan dasar-dasar berorganisasi, dapat menjalankan organisasi, serta dapat melakukan kerja sama yang baik lintas angkatan. Tag line untuk NGT tahun 2011 ini adalah “Yo Fun” yang berarti kegiatan NGT merupakan kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan partisipasi aktif dari peserta NGT.
Adapun materi yang dibahas pada NGT 2011 yang merupakan turunan dari kejaran NGT tersebut adalah:
KONSEP BERBAGI DALAM HIMPUNAN
Manusia adalah mahluk social yang berarti manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Hal ini dikarenakan manusia bukanlah mahluk yang sempurna sehingga kemampuan dirinya tidak cukup dalam memenuhi apa yang dia butuhkan. Pada hakikatnya tiap manusia memiliki potensi yang unik satu sama lainnya. Keberagaman dan keunikan dari potensi setiap manusia merupakan suatu karunia tuhan agar setiap manusia saling mengisi ketidaksempurnaan satu sama yang lainnya. Dengan apa manusia dapat saling melengkapi? Usaha manusia untuk memeuhi hal tersebut adalah dengan berbagi. Menurut KBBI, betbagi adalah [v] (1) membagi sesuatu bersama; (2) membagi diri; bercabang. Berbagi merupakan memberikan sesuatu apapun bentuknya kepada orang lain yang bisa dalam wujud fisik ataupun non fisik. Bentuk berbagi dalam bentuk fisik bisa berupa benda yang kasat mata sementara betuk berbagi dalam wujud non fisik bisa berupa semangat, motivasi, hiburan, dan lain sebagainya.
Himpunan merupakan suatu wadah yang terdiri dari sekumpulan orang sehingga memerlukan kerja sama antar individu dari tiap anggota agar himpunan tersebut dapat maju. Proses kerja sama ini adalah suatu proses untuk memadupadankan potensi dari masing-masing orang yang sangat beragam secara sinergis dan harmonis agar tercipta suatu tujuan yang dicita-citakan. Inti dari proses ini adalah berbagi. Dengan berbagi, apabila ditambah dengan perasaan ikhlas, akan tercipta suatu himpunan yang kuat karena kelemahan tiap anggotanya dapat ditutupi oleh potensi anggota yang lain. Apabila anggota himpunan tidak mau berbagi potensinya maka dapat dipastikan keberlangsungan himpunan tersebut tidak akan lama karena anggota himpunan apatis satu dengan yang lainnya.
SKILL DASAR BERORGANISASI
Pada umumnya terdapat empat skill dasar dalam berorganisasi antara lain Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling atau yang disingkat dengan POAC. Planning adalah kemampuan utuk merncaakan dan membuat konsep mengenai tujuan serta hal apa yang yang akan dilakuka dalam bentuk rumusan kasar. Dari konsep tersebut kemudian diturunkan menjadi langkah-langkah apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Setelah dilakukan planning maka dilakukan proses organizing yakni melakukan pengelolaan sumber daya yang ada (sdm, modal, dll) serta metode apa yang apa yang dilakukan. Perncanaan yang masih berupa rumusan kasar dibuat dalam bentuk yang sistematis dan rapi. Selanjutnya adalah Actuating yakni melakukan apa yang telah direncanakan tersebut. Dalam proses pelaksanaannya harus dilakuakan controlling yakni proses pengawasan agar eksekusi rencana tidak menyimpang dari tujuan awal. POAC dapat terlaksana dengan baik apabila terdapat kerja sama tim yang tangguh.

PENGETAHUAN HMP

Salah satu pengetahuan mengenai HMP yang ada diberikan pada saat NGT adalah peraturan secretariat himpunan yakni:
1. Buang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sekre.
2. Jika masuk ruangan, lepas sepatu dan tata dengan rapi di rak.
3. Setelah selesai main tenis meja, atribut dirapikan lagi.
4. Dilarang merokok pada jam yang ditentukan (di bawah jam 18.00) dan saat sekre sedang ramai.
5. Warga yang terakhir keluar wajib mengunci sekre.

Selain itu diberikan pengetahuan mengenai acara besar HMP yang dilaksanakan setahun sekali yaitu mengenai planosphere yang pada tahun ini abertemakan green transportation.

PASSION BERHIMPUN DAN PERKENALAN WARGA

Pada hari ke-3,4, dan 5 terdapat materi luar ruangan yang bertujuan untuk mengakrabkan warga dengan anggota biasa yang baru mememasuki himpunan. Pelaksaannya adalah melalui games-games yang sangat menyenangkan. Output dari pertemuan ini adalah peserta NGT memiliki semangat dan pssion berhimpun yang dibuktikan dari terbentuknya mimpi yang didedikasikan ke HMP. Mimpi sangat penting karena manusia tanpa mimpi sama saja dengan mati.

Perkenalan

Yuyut 07:
mahasiswa bimbingan Pak Delik
berasal dari Lampung
Yunie 08
Tinggal di Asrama Salman
Asisten Studio Proses
Pewe 08
Les di Goethe
Asisten Studio Proses
Era 07
Ikut studio proses
Dari Surabaya
Bacin 07
Coordinator the planners
Katanya kurus (?)
Irfan 08
Mualaf
Dari Riau
Eneng 08
Mentor PAAI
Katanya pinter banget
Gesha 07
Taplok MPAB
Baik
Candi 07
Divisi Keprofesian
Taplok MPAB

bersambung

Indria Ryastra (09039)

Materi hari pertama
Manusia sebagai makhluk sosial tidak akan mampu mencukupi segala kebutuhannya tanpa orang lain. Oleh karena itu salah satu kodrat manusia adalah saling berbagi, memberikan sesuatu apapun bentuknya, satu sama lain demi pemenuhan kebutuhan masing-masing. Hal yang diberikan atau dibagi berupa hal yang bisa dilihat dan langsung bisa dirasakan manfaatnya, seperti sebagian harta(uang), barang, makanan, atau bias juga berupa hal yang tidak dapat dilihat tetapi memiliki manfaat yang lebih mendalam seperti ilmu pengetahuan, dorongan, motivasi, semangat, cerita, bahkan potensi/kemampuan yang dimiliki.
Seperti halnya di himpunan, dimana setiap anggota bisa berbagi segala hal. Himpunan sebagai tempat atau wadah berkumpulnya dua individu atau lebih, dari seluruh individu yang tergabung didalamnya, tentu memiliki keanekaragaman potensi, latar belakang, bakat atau minat, dsb. Dari segala perbedaan itulah dibutuhkan kesadaran untuk saling berbagi, untuk menyatukan perbedaan yang ada sehingga mampu mencapai tujuan bersama, untuk saling melengkapi serta menutupi kekurangan antara yang satu dengan yang lain dan untuk mendapat manfaat tersendiri dari ilmu yang didapat dari orang lain.

Septian Dwi Prasetyo 15409072

1. KONSEP BERBAGI DALAM HIMPUNAN
Seperti yang pernah disampaikan d MPAB, bahwa Tujuan Hidup itu dianalogikan seperti sebuah Pohon yang artinya bahwa kita harus dapat memberikan atau berbagi sesuatu apapun yang bermanfaat untuk orang lain, dan lingkungan. Sehingga dalam kehidupannya manusia dapat mengenal apa artinya hidup yang hidup. Manusia diciptakan tidak ada yang sempurna, bahkan tidak ada yang mempunyai kelebihan dan kekurangan yang sama persis dengan yang lainnya. Untuk itu dalam realitanya, manusia itu saling membutuhkan satu sama lainnya, agar dapat saling menyempurnakan satu sama lainnya. Begitu pun dalam berorganisasi di himpunan, kita mengenal banyak orang yang memiliki karakter, latar belakang, bakat yang berbeda satu sama lain. Untuk itu dari beberapa hal yang beda tersebut, kita dapat melengkapi kekurangan masing-masing satu sama lainnya. Karena dengan begitu, kita dapat mengharmonisasi perbedaan menuju keselarasan seperti ITB, In Harmonia Progressio.
2. SKILL DALAM BERORGANISASI
Dalam materi ini, kita diperkenalkan bagaimana berorganisasi, terlebih pada skill-skillnya. Pada dasarnya, skill dalam berorganisasi itu terdiri dari 4, yaitu Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning, bagaimana kita merencanakan konsep-konsep apa yang akan dilakukan dalam organisasi. Organizing, bagaimana kita menata ulang apa yang sudah direncanakan dalam tahap Planning. Actuating, eksekusi / tindakan nyata / perwujudan rencana yang telah diorganisir. Controlling, tindakan mengawasi keberjalanannya pelaksanaan rencana.
3. PENGETAHUAN HMP, MEMBANGUN PASSION BERHIMPUNAN, DAN PENGENALAN WARGA HMP
Dalam materi Pengetahuan HMP, dijelaskan beberapa peraturan-peratusan, serta informasi-infrormasi yang pernah terjadi di HMP. Adapun beberapa informasi tersebut mengenai keadaan HMP yang dulu pernah mengalami hubungan yang kurang baik dengan Prodie, informasi ini dituturkan oleh swasta. Selain itu, dijelaskan pula beberapa peraturan2 yang ada di HMP, yaitu :
1. Selalu menjaga kebersihan himpunan
2. Setelah membaca buku, simpan kembali buku tersebut ke tempat yang seharusnya.
3. Setelah menggunakan fasilitas HMP, dikembalikan dan dirapihkan kembali.
4. Ketika masuk sekre, wajib membuka alas kaki dan menyimpan alas kaki di raknya.
5. Dilarang merokok pada jam yang telah ditentukan.
6. Orang yang terakhir pulang mengunci sekre saat akan pulang.

Dalam membangun passion berhimpunan, diperlukan program kerja yang sebagai fasilitas kita untuk bisa lebih mengenal dan siap terjun dalam himpunan , khususnya HMP. Dalam hal ini program kerja tersebut adalah NGT dalam HMP. Namun perlu ditekankan, bahwa kita harus membangun kesadaran berorganisasi dalam himpunan.

FABIAN INDRA WINANDI 15409061


1.    KONSEP BERBAGI DALAM HIMPUNAN
Himpunan merupakan suatu wadah yang mewadahi banyak orang satu profesi untuk berbuat sesuatu yang tidak bisa dilakukan sendiri. Sesuai dengan hal tersebut, berhimpun pada dasarnya bertujuan mencapai hal yang lebih maju yang tidak dapat dicapai tanpa bantuan orang lain. Setiap orang memiliki latar belakang berbeda, pendewasaan yang berbeda, pematangan skill yang berbeda, dan spesialisasi/bakat yang berbeda pula. Namun perbedaan tersebutlah yang sebenarnya dibutuhkan. Ibarat potongan puzzle yang bentuknya berbeda namun membentuk satu kesatuan. Pengalaman pribadi saya, dalam merekam lagu, justru perbedaan frekuensi dan warna suara lah yang membentuk harmoni yang menarik dan indah (dalam hal ini berbeda instrumen maupun jenis), dibandingkan satu macam suara yang sama warnanya.Untuk itulah, berbagi merupakan hal yang mutlak harus dilakukan bila ingin mencapai “harmoni” tersebut.

2.    SKILL DASAR BERORGANISASI
Skill dasar berorganisasi pada dasarnya terdiri dari 4 : Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling. Planning adalah kemampuan merencakan, proses mengonsep apa yang akan dilakukan nantinya. Organizing pada intinya adalah “merapihkan” apa yang sebelumnya telah direncanakan. Actuating adalah aktualisasi atau perwujudan dari rencan yang telah diorganisasi tersebut. Controlling adalah tahap pengendalian hal yang telah diaktualisasi tersebut. Namun hal yang sangat menunjang semua skill tersebut adalah teamwork/kerjasama.

3.    PENGETAHUAN HMP, MEMBANGUN PASSION BERHIMPUN DAN PENGENALAN WARGA HMP
Dalam materi pengetahuan HMP dijelaskan beberapa peraturan di HMP :
1. Buang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan sekre.
2. Jika masuk ruangan, lepas sepatu dan tata dengan rapi di rak.
3. Setelah selesai main tenis meja, atribut dirapikan lagi.
4. Dilarang merokok pada jam yang ditentukan (di bawah jam 18.00) dan saat sekre sedang ramai.
5. Warga yang terakhir keluar wajib mengunci sekre.

Selain itu dijelaskan juga mengenai proker unggulan Planosphere VI yang bertemakan Green Transportation. Dengan proker ini diharapkan konsep Green Transportation lebih dikenal masyarakat dan dapat diterapkan dengan baik.

Untuk membangun passion berhimpun sekaligus pengenalan warga HMP,diadakan kegiatan semacam NGT yang berisikan materi ruangan dan games yang menunjang.
Dengan materi ruangan, kita dapat mengenal himpunan lebih jauh dan mengetahui esensi berhimpun, dan dengan games – games yang menarik diharapkan warga HMP dapat saling mengenal dengan baik dan fun.

Berkenalan..
Edwin ’08      bermusik, sering mengisi posisi vokalis
Alpian ’07     berasal dari Solo, mentor kelas tahsin agama islam
Achong ’08    berniat membangkitkan musik HMP, ingin mencari uang di cafe
Tiara ’08       Asal SMA 3 bandung, 0857202010xx
Yovan ’08      Rumah di Kopo, jarang pulang, terpilih menjadi DPA
Maulita ’07    rumah di jakarta, masuk Plano karena senang maen SimCity
Tyok ’08       Bermain basket, senang berposisi maker/PG
Fathan ’07     Mengikuti studio proses 09 dan berniat mengikuti stusio bersama 09 ke depannya
Rama ’07      walaupun sering bermain gitar, namun fasih pula bermain bass, punya bass sendiri pula
Sandra ’08     juga berasal dari SMA 3 bandung, asprak MAP